Ziaroh Kubur menjelang Ramadhan

223

Pertanyaan:

Bolehkan kita mengziarohi kuburan menjelang bulan ramadahan dan apa saja adab-adap mengziarohi kiburan?

Jawab:

Mengziarihi kuburan disyariatkan kapanpun, Rasululullah shollallahu `alaihi wasallama bersabda:

فزوروا القبور فإنها تذكر الموت

“Ziarohilah kuburan karena bisa mengingatkan perkara kematian” diriwayatkan Imam Muslim(976)

Dan boleh saja dilakukan menjelang bulan ramadhan, tapi tidak boleh mengkhususkannya dibulan tersebut, serta tidak boleh meyakini ada keutamaannya, tapi kalau kebetulan kesempatannya hanya bulan tersebut maka tidak mengapa.

Dan diantara adabnya:

(1)Berdoa saat mau memasuki areal kuburan, dengan doa yang telah disyariatkan diantaranya: hadits Aisyah,bahwa Rasulullah shollallahu `alaihi wasallama mengajarkannya doa saat memasuki pekuburan:

السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين، ويرحم الله المستقدمين منا والمستأخرين، وإنا إن شاء الله بكم للاحقون

“As-sallaamu `alaa ahliddiyaari minalmi`miniina walmuslimiina wayarhamullahul mustaqdimiina minnaa walmusta`khiriina wainnaa in syaa Allahu bikum lalaahiquun” diriwayatkan Imam Muslim (103)974

(2)Tidak duduk atau injak diatas kuburan, sebagaimana hadits Abu Martsad Al-Ghonawi Rasusullah shollalhu alaihi wasallama bersabda:

ولا تجلسوا على القبور ولا تصلوا إليها

“Janganlah duduk diatas kuburan dan jangan shalat dikuburan (maksudnya shalat yang ada sujud dan ruku`nya adapun shalat jenazah bagi yang belum shalatkan tidak mengapa shalat jenazah dikuburan)” diriwayatkan Imam Muslim(972)

Juga Rasusullah shollalhu alaihi wasallama bersabda:

لأن أمشي على سيف أو جمرة أحب إلي من أن أمشي فوق قبر مسلم

“Dan jika saya injak dan berjalan diatas pedang atau bara api lebih saya senangi dari pada berjalan diatas kuburan” diriwayatkan Ibnu Majah dan dishohihkan Albaniy

Juga Rasusullah shollalhu alaihi wasallama bersabda dalam hadits Abu Huroiroh:

لأن يجلس أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخلص إلى جلده خير له من أن يجلس فوق قبر”

Seandainya diantara kalian duduk diatas bara api lalu membakar pakainnya sampai kekulitnya lebih baik daripada duduk diatas kuburan ” diriwayatkan Imam Muslim(971)

(3)Tidak menggunakan sendal saat lewat diantara kuburan, sebagaimana hadits Basyir Bin Khoshoohiyah:

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رأى رجلا يمشى في نعلين بين القبور فقال يا صاحب السبتيتين ألقهما

“Bahwa Rasulullah shollalhu alaihi wasallama melihat seseorang lewat diantara kuburan dengan memakai sendal, maka beliau shollallahu `alaihi wasallama bersabda: Wahai pemakai sendal buka kedua sendalmu” Diriwayatkan Imam Ahmad dishohihkan syaikh Muqbil

والله أعلم

Yaman,  Ma`bar 22 Sya`ban 1438 H

Abu Bakar Rafi` bin LadukaniA l-Bathoniy

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY