Wagub Nasrul Abit : Jangan Ada yang Mengacau Kerukunan di Sumbar, Fatal Akibatnya

312

Palanta Minang – Kebhinekaan di Sumatera Barat (Sumbar) masih tertata dengan baik. Jika ada beberapa peristiwa dan isu yang berkembang masih dapat diatasi dengan respon partisipasi masyarakat serta kesigapan aparat.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, kemaren.

“Masyarakat Sumbar itu cerdas dan dapat menganalisa dan tak dapat dipecah-belah atau dipengaruhi oleh kepentingan. Masyarakat Sumbar lebih berpikir manfaat dan dampak sebelum bertindak,” jelas Nasrul Abit.

Wagub juga mengajak, masyarakat Sumatera Barat untuk tetap mempertahankan adat dan budaya, sebagai filter menjaga keutuhan sekaligus sebagai kekuatan persatuan di daerah ini.

“Kita bangga masyarakat masih tetap mempertahankan budaya sebagai kontrol kehidupan sosial, sehingga jika ada yang aneh-aneh akan mendapat sorotan dan perhatian masyarakat dan aparat untuk segera menindak dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk dapat diselesaikan secara lebih dan cepat,” kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga mewanti-wanti, setiap orang jangan mencoba mengulang kembali untuk datang dan berusaha mengacau kerukunan di Sumbar. Terutama yang mempunyai tujuan dengan cara membingkai suatu peristiwa dengan sudut pandang yang sarat kepentingan dan memecah belah kerukunan.

“Jangan coba-coba masuk dengan bertujuan memecah belah. Kalau orang itu nekad, bisa fatal akibatnya. Masyarakat di Sumbar sudah hidup beriringan selama ratusan tahun. Jangan bawa-bawa isu daerah lain untuk juga disulut disini,” tegasnya.

Menurut Nasrul Abit, dalam menjaga kerukunan di Sumbar, seluruh unsur selalu bergandengan tangan, mulai dari TNI/Polri, tokoh agama, adat, dan pemuda. Dengan kekuatan itu, Ia yakin, Sumbar tetap bersatu menjadikan Pancasila sebagai dasar dan pandangan bernegara untuk menangkal isu-isu yang menjurus pada upaya perpecahan.

“Isu lilin, ancaman organisasi intoleran pada masyarakat, apa nama isu-isu itu jangan dibawa juga ke Sumbar. Meski berbeda, kami disini tetap satu sikap. Gubernur juga selalu keluarkan pernyataan untuk menyatukan masyarakat,” pungkasnya.(hm/minangkabaunews)

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY