PP. Muhammadiyah : Umat Islam Indonesia Jangan Mudah Terprovokasi dengan Konflik di Timur Tengah

255

Palanta Minang — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menilai konflik yang terjadi di Timur Tengah merupakan sebuah konflik politik yang akan berimplikasi pada dunia secara keseluruhan, tidak hanya di kawasan Timur Tengah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar menyusul dugaan adanya dukungan Qatar terhadap terorisme. Tidak hanya Arab Saudi, sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Yaman, Libya, Maladewa, Mauritius, dan Mauritania mengambil langkah serupa.

“PBB dan OKI sudah waktunya melakukan pertemuan khusus untuk membicarakan persolan yang terjadi di Timur Tengah, ini agar tidak meluas menjadi konflik yang mengglobal,” kata Mu’ti saat menghadiri undangan silaturahim dan buka puasa bersama di rumah dinas Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jl. Diponegoro Jakarta, Senin (12/6).

Pemerintah Indonesia dengan posisi yang dimiliki saat ini, menurut Mu’ti, berperan besar untuk mengambil langkah diplomatik tidak hanya untuk menciptakan kepentingan nasional tapi juga dalam rangka menciptakan dunia yang damai.

Tahun lalu OKI menyelenggarakan pertemuan anggotanya di Jakarta, maka menurut Mu’ti dengan ini Indonesia memiliki bergaining yang cukup kuat di mata negara-negara angota OKI lainnya.

“Kita berharap Indonesia bisa lebih berperan aktif karena Indonesia ini keislamanannya moderat dan juga bisa diterima baik oleh Saudi, Qatar maupun Iran,” jelas Mu’ti.

Terakhir Mu’ti juga berharap agar umat Islam Indonesia tidak terpancing dan tidak terprovokasi dengan konflik yang ada di Timur Tengah saat ini. “Itu adalah persoalan politk bukan agama, oleh karena itu dalam situasi ini kita harus menajadi kekuatan yang bisa menunjukan kepada dunia bahwa Islam moderat Indonesia adalah contoh Islam yang mendamaikan,” pungkas Mu’ti.

Sumber : Muhammadiyah.or.id

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY