PKS Gelar Tasyakuran Kemerdekaan Indonesia Versi 9 Ramadhan

205

Palanta Minang — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengggelar acara Tasyakuran 74 Tahun Hijriah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 9 Ramadhan 1364 H atau 17 Agustus 1945, Ahad (4/6).

Dalam acara yang diselenggarakan di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, itu, partai berlambang padi dan bulan sabit itu mengundang sejumlah veteran Republik Indonesia. Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid memberikan orasi kebangsaan.

Hidayat yang juga menjabat wakil ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) RI menyatakan para pendiri bangsa sengaja memproklamirkan kemerdekaan pada Ramadhan. Mereka berharap Bangsa Indonesia mendapatkan keberkahan hari Jumat pada bulan suci.

“Ini menandakan umat Islam sangat berperan besar terhadap kemerdekaan Indonesia,” kata Hidayat.

Selain itu, dia mengatakan, umat Islam juga berpengaruh besar dalam mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Salah satunya adalah saat mengusir Belanda yang mendompleng pada sekutu pada 10 November 1945.

Kala itu, Hasyim Asy’ari mengeluarkan seruan jihad melawan sekutu yang dikenal sebagai Resolusi Jihad. “Yaitu, perintah untuk segera meneriakkan perang suci melawan penjajah yang ingin berkuasa kembali,” kata dia.

Menurut Hidayat, ada tiga poin penting dalam Resolusi Jihad itu. Pertama, setiap muslim, baik tua maupun muda, miskin atau kaya, wajib atau hukumnya fardu ‘ain untuk memerangi penjajah yang hendak merintangi kemerdekaan Indonesia.

Kedua, pejuang yang mati dalam perang kemerdekaan layak disebut syuhada. Ketiga, warga Indonesia yang memihak penjajah dianggap sebagai pemecah belah persatuan nasional atau berkhianat maka harus dihukum mati.

PKS, Hidayat menyebutkan, selalu menyelenggarakan acara tasyakuran kemerdekaan Indonesia ini pada 9 Ramadhan Hijriah setiap tahun. Namun, tidak berarti PKS melupakan peringatan pada 17 Agustus.

“PKS juga tetap memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus Masehi,” kata dia.

Rep: Ali Mansur / Red: Ratna Puspita
Sumber : republika.co.id

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY