LBH Desak Polresta Padang Usut Tuntas Jaringan Penipuan Berkedok Bisnis Pembangunan Rumah Murah

383

Palanta Minang — LBH Padang mendesak Polresta Padang untuk mengusut tuntas jaringan penipuan berkedok bisnis pembangunan perumahan murah. Dan untuk mengambil langkah tegas dengan menyegel kantor PT. Harlan Agya Lestari serta lahan yang akan dijadikan lokasi perumahan.

Pernyataan tersebut disampaikan LBH Padang setelah menerima laporan dari masyarakat, Senin, (5/6/2017), terkait dugaan tindak pidana penipuan yang di lakukan oleh PT. Harlan Agya Lestari.

Di katakan Direktur LBH Padang, Era Purnama Sari, SH bahwa sebelumnya pihak PT. Harlan Agya Lestari (perusahaan pengembang dan pembangunan perumahan) telah menjanjikan kepada masyarakat berupa pembangunan perumahan murah yang di subsidi oleh pemerintah dan berlokasi di Rindang Alam Limau Manis, Kecamatan Pauh Kota Padang, dengan syarat membayar “Booking Fee” sebesar Rp. 2.000.000 dan dengan melunasi angsuran rumah sebanyak 6 kali.

Tambahnya, sekira September 2016, masyarakat pelapor beserta beberapa orang lainnya yang berjumlah sekitar 365 orang telah memenuhi persyaratan sebagaimana disebutkan di atas kepada PT. Harlan Agia Lestari selaku perusahaan pengembang. Namun pihak PT. Harlan Agya Lestari tak kunjung membangun perumahan yang dijanjikan tersebut.

Buntutnya beberapa perwakilan masyarakat korban melaporkan perusahaan ke Kantor Polisi, dan laporan tersebut langsung ditanggapi oleh Polsek Kuranji dengan menahan direktur PT. Harlan Agya Lestari.

“LBH Padang memandang bahwa tindakan perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban dalam membangun rumah yang dijanjikan tidak hanya berdimensi Perdata namun patut diduga juga memiliki aspek Pidana, hal ini diperkuat dengan kecurigaan masyarakat pada saat mengkonfirmasi keberadaan perusahaan yang ternyata tidak terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM, ” ungkap Era, selasa (6/6)

Selain itu kata Era, tanah yang dijadikan lokasi perumahan tersebut ternyata masih berstatus sengketa di Badan Pertanahan Kota Padang.(romeo)

Sumber: minangkabaunews.com

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY