Inilah Ambisi Iran di Balik Perang Melawan ISIS di Fallujah

277

Palanta Minang — Iran mengirimkan kekuatan militernya ke Fallujah Irak untuk membebaskannya dari kendali Daulah Islam (ISIS). Pengiriman pasukan ini menambah keterlibatan Iran dalam konflik di Irak, selain intervensinya yang nyata di Suriah. Pertempuran di Fallujah telah dimulai sejak Senin (23/5) dan masih berlanjut. Pasukan Iran bergabung ke dalam militer Irak yang mengepung kota yang terletak sekitar 69 km sebelah barat Baghdad di tepi Sungai Eufrat itu.

Dalam suasana pertempuran sengit di Fallujah itu, seorang tokoh terkemuka dalam Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Iraj Masjidi, mengatakan bahwa Iran masuk ke Fallujah dengan kekuatan penuh. Iran berambisi untuk meluaskan cengkeramannya di dunia Arab dan menguatkan dominasi Syiah di dunia.

“Masuknya Garda Revolusi Iran ke dalam pertempuran Fallujah adalah agar Iran tetap menjadi pusat Syiah di dunia, dan kami menganggap intervensi ini adalah bagian dari upaya membela Iran dan perbatasannya,” kata Masjidi, yang juga berfungsi sebagai penasihat penting bagi komandan Pasukan Quds Jenderal Qasim Sulaimani.

Iran masuk ke Irak untuk membela kuburan (kuil) Hussein dan Ali bin Abi Thalib di Karbala dan Najaf. Itu merupakan dasar-dasar ajaran Syiah, seperti dijelaskan Masjidi kepada media Iran.

Masjidi bersumpah bahwa kota Mosul akan menjadi target setelah selesainya Fallujah. ia mengatakan, ” Setelah selesai darinya (Fallujah) hanya kota Mosul yang tersisa, yang saat ini berada di bawah kendali organisasi Daisy (sebutan untuk Daulah Islam/ISIS) yang mencoba untuk menarik anak-anak muda di kota itu ke jajarannya.”

Pengamat dari Iran sendiri, seperti dilansir Arabi21, percaya bahwa intervensi militer Iran di Irak bertujuan untuk menguatkan dominasi Teheran, tidak hanya di wilayah-wilayah selatan dan Efrat Tengah tetapi juga untuk menundukkan kaum Sunni dan basis-basis mereka. Misi Iran dalam hal ini adalah agar Sunni tidak memiliki peran politik dan kebijakan yang berpengaruh di Irak di masa depan.

Menurut pengamat, pernyataan-pernyataan Masjidi itu, menurut pengamat, menegaskan intervensi sektarian Teheran dalam pertempuran Fallujah. Iran berkeinginan kuat untuk menguasainya. Media Iran menggambarkan Fallujah sebagai sarang terorisme dan inkubator kelompok-kelompok ekstremis, dalam konteks pembenaran atas kejahatan sektariannya. [republika]

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY