DPRD Apresiasi Kota Pekanbaru Dihiasi Baliho Dakwah

459

Palanta Minang – Baliho berisi dakwah saat ini semakin banyak tayang di berbagai titik ruas jalanan di Kota Pekanbaru. Jika di daerah lain baliho menayangkan iklan bergambar orang-orang mengumbar aurat, di Pekanbaru malah sebaiknya, mengajak agar masyarakat menutup aurat.

Kondisi ini tentu sejalan dengan visi misi Kota Pekanbaru yang ingin menjadi Kota Metropolitan yang Madani, dengan baiho dakwah yang bertebaran di Kota Pekanbaru, maka diharapkan akan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang berkendara, saat mengantri di lampu merah atau di persimpangan jalan, membaca baliho dakwah dan menjadi tahu hakikat ilmu agama yang mungkin selama ini tidak diketahuinya.

IMG-20170519-WA0046
Spanduk Himbauan Menjauhi Riba di Kota Pekanbaru

“Baru tahu kalau ancaman menjabat tangan wanita yang bukan mahrom kita sangat besar, ada ternyata hadits shahih tentang larangan menyentuh tangan wanita yang bukan mahrom, bahkan lebih baik kepala kita ditusuk jarum ketimbang menjabat tangan yang bukan mahrom kita, itu saya lihat balihonya di dekat Mal SKA beberapa waktu lalu, sekarang sudah berganti soal kewajiban menutup aurat,” kata Syaputra, seorang warga Pekanbaru kepada datariau.com, Sabtu (20/5/2017).

Lokasi tersebut dinilai sangat tepat untuk baliho dakwah, karena banyaknya pengunjung mal SKA yang melihat baliho dakwah, diharapkan bisa tergugah hatinya menutup aurat secara syar’i.

Warga lainnya Erna, mengaku juga bangga dengan kota kelahirannya ini yang saat ini benar-benar terasa nuansa Islaminya. Dimana-mana ada baliho nasehat, dari larangan terlibat Riba, himbauan melaksanakan shalat tepat waktu, hingga tentang menutup aurat.

“Pekanbaru sangat membanggakan, ini nikmat dari Allah Subahanahu wa Ta’ala, kota tempat kelahiran saya dan kini saya bermukim, masyarakatnya menjunjung tinggi nilai-nilai agama,” ujarnya.

Terlebih tentang gencarnya mensosialisasikan bahaya Riba, karena perkara Riba ini memang sangat mengancam, dia samar bahkan seperti tidak ada, banyak warga yang terjebak dalam Riba, sengsara di dunia, terlebih siksa akhirat yang menunggu.

Tidak banyak yang tahu siapa yang memasang baliho dakwah di Pekanbaru ini. Dari tampilannya, dengan ukuran raksasa hingga baliho biasa, tentu butuh modal besar untuk membuat baliho dakwah tersebut. Pemasangan balihonya juga tampak tertata rapi di setiap sudut dan lokasi strategis di jalanan Pekanbaru, membuat sejuk mata memandang saat pengendara menunggu lampu merah di persimpangan jalan.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi Anwar mengapresiasi bermunculannya baliho dakwah di Kota Pekanbaru ini. Dengan banyaknya baliho dakwah berbagai ukuran tersebut dan tersebarnya materi-materi dakwah himbauan kepada masyarakat menjaga shalat, diharapkan berkontribusi menjadikan masyarakat Kota Pekanbaru yang madani.

1495409773ayo hijrah

“Kita do’akan semoga semakin banyak orang yang menyebarkan ‘virus’ kebaikan seperti itu. Kalau kefasikan saja pede berpromosi, kenapa kebaikan harus malu, kita harus lebih pede lagi dong,” kata Anggota DPRD Mulyadi Anwar kepada datariau.com, Sabtu pagi.

Disebutkan Politisi PKS ini, jika dirinya selama ini hanya sebatas mengajak orang shalat ke masjid dengan cara manual, namun dengan adanya seorang yang luar biasa bisa mengiklankan dengan baliho besar tentang keutamaan shalat berjama’ah di masjid, tentu hal tersebut sangat luar biasa dampaknya.

“Mereka luar biasa, mengiklankan dengan iklan baliho yang besar, tentu nilai infaqnya juga besar di mata Allah, kita do’akan yang mendapat hidayah juga banyak seiring kehadiran promosi kebaikan itu,” harap Mulyadi.

Terlebih, sampai sekarang tidak diketahui banyak orang siapa yang telah bermurah hati menggunakan hartanya untuk jalan dakwah melalui baliho, dan ini menjadi PR bagi umat Islam yang menjadi mayoritas di Kota Pekanbaru untuk bersama-sama berpartisipasi dalam dakwah Islam dengan cara dan kemampuan masing-masing.

“Ini PR semua umat Islam, mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran,” pungkasnya.

Mulyadi sendiri selama ini menggalakkan program shalat Shubuh berjamaah ke masjid, dan ini dimulainya dari keluarga sendiri, dengan membangunkan anak-anaknya yang laki-laki dan diboyong ke masjid saat shubuh.

Wakil rakyat ini berharap agar seluruh masyarakat Kota Pekanbaru memperhatikan shalat Shubuh, agar meramaikan masjid-masjid terdekat sesuai dengan program Walikota Dr Firdaus MT dan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi yang ingin menjadikan Pekanbaru Kota Metropolitan yang Madani.

Metropolitan sudah hampir tercapai dengan munculnya gedung pencakar langit di Pekanbaru serta pusat bisnis yang berkembang pesat, sementara Madani perlu dicapai dengan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya ilmu agama. Dengan menggalakkan baliho dakwah ini, menurut Mulyadi, turut serta mewujudkan masyarakat Pekanbaru yang Madani.  [datariau]

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY