BIM Tidak Menampilkan Kesan Bandara International, Komisi III DPRD Sumbar Panggil Pengelolah BIM

342

PALANTAMINANG – Sejumlah penumpang pesawat udara mengeluhkan sejumlah persoalan mulai dari mahalnya harga makanan dan minuman hingga tempat dan pengambilan bagasi di Bandara Internasional Minangkabau sehingga dirasa cukup memberatkan.

“Waktu itu penerbangan delay, karena lapar saya makan di salah satu kafe hanya nasi dan lauk ayam kena Rp75 ribu, rasanya kok mahal sekali, tarif harga juga tidak ada,” ucap salah seorang penumpang Epon di Padang, Senin.

Lanjutnya, Tidak hanya makan minum, adanya travel liar dengan tarif seenaknya menjadi persoalan. Selain itu toilet dan pengambilan bagasi yang tidak menampilkan kesan bandara international.

Menyikapi itu, Anggota DPRD Sumbar, Rahmat Saleh mengatakan BIM menjadi salahsatu pintu masuk ke Sumbar bahkan terbilang utama baik regional maupun international. Upaya meningkatkan pelayanan di bandara maka tidak boleh ada yang mematok harga seenaknya apalagi tarif makan dan minum yang ditaruh seenaknya.

Lanjutnya, Mandengarkan laporan tersebut, Senin (15/5/2017) Komisi III DPRD memanggil pihak angkasa pura, koperasi TNI, Dishub dan stage holder terkait lainnya untuk duduk bareng menyelesaikan persoalan ini agar tidak ada lagi penumpang pesawat yang dirugikan. (RI/MN)

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY